Tuesday, August 21, 2007

17-an ala AnakLaut


Alhamdulillah, akhirnya terlaksana juga niatan kita utk upacara 17-an di dalam laut.
Gak banyak yang ikutan, cuma ber-7. Gue, SEM, Asep, Tintin, Dwi, Kiki, dan Abet.
Tadinya Adi mau ikutan, tapi apa daya, izin dari sang ratu tidak keluar karena sekolahnya belum lulus. Yo wes Di, selesein dulu sekolahnya, abis itu puas2in diving lagi ya. Sabar aja dulu, tinggal 3 bulan lagi kan??

Rencana ini sudah kita (gue, tintin dan dwi) persiapkan dengan cukup serius di sela-sela kesibukan kerja masing-masing. Tadinya kita mau buka utk umum, tp setelah dipikir-pikir lagi, akhirnya gak jadi, cukup anaklaut aja. Mungkin tahun depan baru kita bikin rame2.
Untuk tiang bendera, jauh2 hari kita udah kontak mang Kosim di Anyer untuk bikinin tiangnya, dan dia sanggup. Siplah.

Gue berangkat dari rumah jam 4 pagi menuju rumah Tintin. Sebelumnya jemput Dwi dulu.
Setelah sholat Subuh dan sarapan, kita berangkat menuju Pelabuhan Paku, Anyer. Sampe sana, loading barang ke kapal sama beli makanan untuk makan siang.
Di kapal, kita rembukan lagi utk susunan acara upacaranya. Kita pengen upacaranya dibuat seperti upacara klo di darat. Ada inspektur, komandan dan peserta upacara.
Ada pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks proklamasi dan pancasila, serta doa.

Lokasi yang dipilih, Batu Raden. Di Batu Raden ini juga, kita pernah "ngawinin" Lyly dan Leon di dalam laut beberapa tahun yang lalu. Setelah berembuk, akhirnya dapet susunan acara upacara yang dibuat spt layaknya upacara di darat. SEM sebagai inspektur upacara, Asep sebagai komandan upacara. Gue, tintin dan Dwi jadi peserta upacara. Kiki dan Abet bertugas mendokumentasikan.

Karna orang2nya terbatas, pembacaan teks Proklamasi dan Pancasila dilakukan oleh inspektur upacara. Sedangkan yang menaikkan bendera dirangkap oleh komandan upacara.
Pada saat pengibaran bendera Merah Putih, di dalam hati kita sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hormat kepada bendera Merah Putih. Duuuhh... rasaya campur aduk, terharu, seneng, sedih, semuanya deh. Tapi emang bener loh, gue tuh klo liat pengibaran bendera Merah Putih pada saat upacara 17-an, hati ini masih suka ndredeg gitu. Ah .. Indonesia memang tanah air beta .. pusaka abadi nan jaya.

Tiap tahun, biasanya gue upacara 17-an di kantor. Tapi kali ini terpaksa mbolos yg di kantor. Pssstt.. jgn bilang2 yak. Yang penting kan upacara dan makna dari upacara itu tooh. Gak masalah di mana tempatnya. Bukan begitu bukan??

Ternyata untuk berdiri tegak di dasar laut itu gak semudah di darat :D. Padahal kita udah gak pake fin, dan pemberat udah di tambah, tapi tetep aja susah utk tegak.
Ya iya laaah .. kan lautnya bergerak terus. Kayak orang jalan di bulan kali ya.
Its ok, dengan segala keterbatasan kita laksanakan upacara peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan hikmat. Dirgahayu Indonesiaku!!

Selesai upacara, biasalah .. kita foto2. Trus gelar lomba ala 17-an deh.
Ada lomba bawa kelereng pake sendok *kelereng diganti dengan karang* dan tarik tambang. Seruuu .. apalagi pas tarik tamabng, gue sampe ngakak di dalem laut. wakakakakka .. kebayang gak sih, mulut di sumbat regulator tp kudu ketawa ngakak. Untung gak keselek...
Abis itu, tiang bendera kita lepas ke atas dan diambil oleh abk. Trus kita jalan-jalan di sekitar Batu Raden.

Senangnyaaaa.. walopun cuma sedikit yang ikutan tapi gak mengurangi kehikmatan upacaranya. Sayang aja visibility di Sangiang gak terlalu bagus. Jadi hasil foto2nya juga rada burem.
Mudah2an tahun depan kita bisa bikin lagi dengan mengajak diver-diver lain.

Silakan liat foto2nya di album.






Thursday, January 04, 2007

End Of Year

Cuaca buruk. Ombak besar. Larangan melaut dari syahbandar. Ramalan cuaca dari BMG yang tidak mendukung. Musibah kapal tenggelam.
Sunda Strait Diving Trip ( Sangiang, Krakatau, Tempurung) di akhir tahun yang sudah dipersiapkan, di tunda.

Kecewa? tidak.
Allah sudah menunjukkan peringatannya melalui tanda-tanda alam.
Diperkuat dengan data teknis.
Tak ada alasan untuk tidak menunda trip kali ini.

Toh trip ini masih bisa dilaksanakan di lain waktu kan?

Selamat Tahun Baru!

Tuesday, September 12, 2006

Selamat ...

Mo ngucapin selamat ah buat instruktur kita.;)
Selamat ya Paaakkk ... udah menyelesaikan pendidikan intruktur selam CMAS tingkat B2 (2 star Instructor) dengan predikat LULUSAN TERBAIK!!
Semoga ilmunya bisa di amalkan terus yak, biar semakin banyak orang yang bisa nyelem dan menikmati keindahan dasar laut kita yang tiada duanya ini.

A1 siswa terbaik, B1 lulusan terbaik, B2 juga dooongg. Sip lah!

hehehehe.. *gak bole ada yg protes yak!*

Thursday, June 29, 2006

U/W Wedding di Majalah FIT

Buklet PRE WEDDING majalah FIT edisi Juli 2006.


Maap gambarnya gak memuaskan, maklum dah moto dari majalah dan yg moto kagak propesional.
Cerita lengkapnya bisa di baca di tulisan yang lalu.

Thursday, June 01, 2006

Kursus Selam SCUBA

Berhubung ada beberapa yang nanyain ttg kursus selam, berikut gue posting aja yah.
Bulan Juni ini, akan buka kelas baru lagi.
*kelas baru bisa dilaksanakan kapan saja dengan minimal peserta 4 orang*

KURSUS SELAM

Sertifikasi : POSSI CMAS (CMAS Indonesia)
Instruktur : Sarwo Edhie Mohan ( No.reg. instruktur : #0040 B2#)
Biaya : Rp. 2.950.000.

Biaya sudah termasuk :
- sertifikat, buku, log book, dive tabel.
- Kelas teori, Pengantar akedemis penyelaman.
- Latihan ketrampilan kolam, tempat: Kolam Renang Senayan.
- Sewa peralatan selam lengkap (fin, booties, masker, snorkel, bcd, regulator, tank, weight, wet suit).
- Latihan Perairan Terbuka (Open Water), tempat: Pulau Pramuka dan sekitarnya.

Jadual latihan (selama kursus) di Kolam renang Senayan:
- Hari Sabtu jam 08.00 - 14.00 wib.
- Hari Minggu jam 08.00 - 14.00 wib.
- Hari Senin jam 19.00 - 21.00 wib.

Prasyarat :
- Berbadan sehat.
- bisa berenang (bisa loohh... bukan jago hehehe).

Info lebih lanjut silakan tinggalkan pesan di SB atau comment atau imel ke itha_seal at yahoo dot com.

Beberapa foto selama Latihan bisa di liat di sini.

Sunday, March 12, 2006

Si Penghibur Hati

Kalo gue tanya, ikan apakah ini? Mungkin kebanyakan pada jawab NEMOOOO! *iya gak siih*. Film anak-anak Finding Nemo itu memang bikin ikan yang satu ini jadi tambah ngetop. Tapi memang bener loh, klo gue lagi nyelem dan ketemu ikan ini, hati ini bisa terhibur karena tingkahnya yang lucu. Becanda dengan dia, bisa bikin gue ketawa di dalem air :D.

Kombinasi warna jingga dan putih yang indah membuat ikan ini sangat mewakili keindahan alam bawah air perairan tropis. Sebenernya siapa sih nama ikan ini? Yang pasti bukan Nemo doong.. ;). Itu mah cuma di pelem aja. Tapi nyerempet2 dikit lah. Mungkin nama Nemo itu diambil dari Anemon Fish. Yup! ikan ini termasuk kelompok Anemon Fish, ikan-ikan yang mainnya di anemon, cabang-cabang karang yang mirip pohon.

Anemon fish ada macem-macem, antara lain Clown Anemon Fish (ada eastern dan western), Clark Anemon Fish, Spine-cheek Anemon Fish, Tomato Anemon Fish, Bridled Anemon Fish, Black Anemon Fish dan lain-lain. Bisa nebak gak, gambar*) di atas namanya apa? Iyaa.. gue menebaknya Clown Anemon Fish atau Ikan Badut atau Indonesianya Ikan Giru. Bisa ditemukan di kedalaman 3 - 15 meter. Ukuran maksimumnya hanya mencapai 8 cm.

---------------
update.

Membaca komennya Since, gue buka kebetan**) lagi dan gue perhatiin lebih detail. Dan ternyata gambar di atas memang bukan Amphiprion ocellaris, tapi Premnas biaculeateus atau Spine-cheek Anemon fish, yang panjangnya bisa mencapai maksimal 14 cm. Bener gak Sin? Makasih banyak atas infonya yaa..... ;)
----------------

Ada 2 hal yang menakjubkan dari ikan ini.
Pertama, anemon itu kan beracun. Di cabang2 anemon itu ada kapsul-kapsul yang beracun yang akan membuat ikan yang menyentuhnya terluka atau mati. Tapi ikan badut tidak pernah terluka oleh anemon laut bahkan menjadikan cabang-cabang anemon sebagai tempat bersembunyi yang membuatnya aman dari pemangsa. Tidak seperti ikan-ikan lainnya, ikan ini memproduksi cairan/ lendir yang sama dengan cairan / lendir yang terdapat pada anemon yang menjadi inangnya. Dengan begitu anemon tidak akan menyadari kehadiran ikan badut di antara tentakel penyegatnya yang sangat ditakuti ikan-ikan lain. Karena tahu bahwa anemon laut ini tidak membahayakan dirinya, saat berada dalam bahaya, ikan badut akan secara cepat bersembunyi di antara kapsul-kapsul beracun anemon tersebut. Tapi dari mana ikan ini bisa tau bahwa ikan yang lainnya tidak dapat mendekatinya atau ikan yang lain tersebut tidak mempunyai cairan seperti yang dipunyainya? Itulah kuasa Allah.

Yang kedua, ikan ini mengalami perubahan jenis kelamin secara alami. Hal ini bener-bener bikin gue takjub deh. Bila berwarna merah gelap (cenderung maroon) menandai dia dominan sebagai betina dan menempati anemon bersama pasangannya yang berwarna jingga. Kalau si betina mati (yg warna merah maroon tadi), maka gantian pasangannya yang akan berwarna merah maroon dan berubah menjadi betina. Kemudian akan kawin dangan jantan yang lainnya. Wooww.. takjub kan?

Duuhh .. jadi kangen nih sama si Ruru *aka ikan Giru/ikan badut.. hehehehe*. Yang suka bikin gue ketawa tuh gini. Tu ikan kan suka nari-nari di anemon, nah gue tuh suka deketin dia trus liatin matanya. Eh... klo diliatin gitu dia buru2 ngumpet di balik anemon. Giliran gue menjauh, dia ngintip2 dari balik anemon. Pas gue nengok lagi, dia ngumpet lagi, trus ngintip2 lagi. Hahahahaha... kocak deh pokoknya. Kangen .. kangen .. kangeeeennn.. sama ikan badut.

Hayoo.. yang ikutan kangen ngacung! *kedip2 mata ke ibu ini.*

nb(nambah).
*) dijepret oleh Kiki.
**) SouthEast Asia Tropical Fish Guide.
Buat Ita, anemon termasuk hewan Ta.;)

Friday, January 13, 2006

Edelweis

Edelweis…edelweis…...
Every morning you greet me…

Small and white Clean and bright
You look happy to meet me….

Blossom of snow may you bloom and grow…
Bloom and grow forever…

Edelweis….Edelweis…
Bless my homeland forever…….



Beberapa hari ini gue lagi demen banget nyanyiin lagu ini. Pastinya udah pada tau kan lagunya? Apalagi klo penggemar The Sound of Music, pasti tau banget lagu ini. *jadul banget ya*
Kayaknya lirik yang terakhir itu pas banget buat kondisi saat ini. Bless my homeland forever ...

Foto Edelweis diatas itu gue suka banget, diambil di gunung Lawu sekitar taun.. berapa ya... 90 klo gak salah. Udah lama juga ... 15 tahun yang lalu!! Tapi asli... sampe sekarang gue masih suka nginget2 perjalanan itu. Dan klo dipikir-pikir sekarang ... iihh.. kok bisa ya..?

Dimulai dari Merapi langsung lanjut ke Merbabu turun di Kopeng, Salatiga. Nginep semalem di Salatiga, kemudian balik ke Solo, nginep semalem lagi baru lanjut ke Lawu naik dari Cemoro Lawang (? cmiiw). Turun dari Lawu kemudian lanjut ke Purwokerto untuk naik ke Gunung Slamet. Phewwww..... gimana mau lupa coba? Perjalanan yang menyenangkan bersama sahabat-sahabat terbaik. Sebenernya waktu itu kita cuma mau naik Merapi .. eh ternyata pas di sana ada yang ngomporin utk naik yang laen2. Nanggung udah kadung di Jawa (lah.. Jakarta kan Jawa juga ya hihihi), kata kenalan kita di Solo yang akhirnya jadi guide ke Merapi dan Merbabu. Dia juga yg ngomporin tuk ke Lawu dan Slamet .. weleeeeh.

di Puncak Gunung LawuDi puncak Lawu itu sempet kaget juga, ternyata ada warung yang jualan makanan (kecil). Rupanya saat itu lagi ada orang yang sedang bertapa. Katanya .. klo pas ada upacara2 tertentu (misalnya pas 1 suro)), puncak Lawu bisa kayak pasar . Yang bikin gue terkesan, di Lawu ternyata Edelweisnya ada yang berwarna pink. Cakeeeeppp banget. Ahh.. kok jadi balik ke jaman dulu.

Edelweis ...edelweis ... bless my homeland forever ..