Saturday, May 28, 2005

Penyelaman di Tanjung Layar

Mercusuar Tanjung Layar, Ujung Kulon Mercusuar Tanjung Layar, ujung barat Pulau Jawa.

Bawah laut Tanjung Layar, Ujung Kulon.

Sementara belom gue apdet cerita penyelaman di Tanjung Layar, nikmati ini dulu ya. Mudah2an sajian gambar2 ini bisa semakin mengkompori yang udah niat mo belajar nyelem. *sambil ngelirik ibu ini dan bu presiden yg -denger2- lagi belajar renang*. hehehehe. Eh .. ketinggalan .. sambil lirik mom yang fangkeh ini juga.

Anemon FishImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com
Anemon fish/ clown fishsea starLion FishMoorish Idol

nah .. ceritanya bisa di baca di postingan berikutnya ya ..

Wednesday, May 11, 2005

Savana Cidaun

23 April 2005

Hari ini trip dipisah jadi dua group, trip trekking dan diving. Yang ikut trip trekking ada 7 orang, termasuk madame JB, akan ikutan kapal lain yg kebetulan tujuannya sama, sedangkan sisanya ikut trip diving naik kapal yg kita sewa dari Sumur. Trip trekking hari ini akan mengunjungi Tanjung Layar, Cidaun dan Karang Copong. Sedangkan trip nyelem akan ke Tanjung Layar dan Karang Copong serta ke savana Cidaun, padang penggembalaan banteng (bos javanicus). Tapi akhirnya nyelem di Karang Copong dialihkan ke Karang Care (lagi).

Perjalanan menuju spot Tanjung Layar ditempuh sekitar 25 menit naik kapal dari P. Peucang. Nah .. pada saat penyelaman di Tanjung Layar inilah terjadi kejadian yang cukup menghebohkan dan yang pasti gak akan terlupakan (buat gue, dwi, tintin dan the taiwans Leo n Hammer). Tapi ceritanya nanti aja ya, gue bikin tersendiri. Rencana 2 kali penyelaman sebelum makan siang, akhirnya cuma bisa terlaksana 1 kali. Dari Tanjung Layar, kita kembali ke Pucang untuk makan siang.

Abis makan siang, rencana berubah, yang tadinya mau nyelem di Karang Copong, dialihkan ke Karang Care (lagi). Abis nyelem, gue berasa capek banget. Mungkin masih lelah karena 'kejadian' di Tanjung Layar sebelumnya. Untuk menuju ke kapal gue berenang mundur (posisi gaya punggung) sambil mejemin mata. Sekalian istirahat ceritanya.

Ini hasil "tembakan" Kiki di penyelaman yang kedua di Karang Care.

Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

Dari Karang Care kita kembali ke Peucang, istirahat sebentar, kemudian lanjut ke Cidaun (kemarin gagal kesana karna hujan). Perjalanan ke Cidaun ditempuh kurang lebih 15 menit naik kapal dari Peucang. Karna kapal gak bisa merapat, perjalanan disambung dengan kapal kecil.

Lah .. kok pada miring gitu yak? Image hosted by Photobucket.com

Di Cidaun, yang merupakan padang penggembalaan, kita bisa melihat hewan-hewan di habitat aslinya. Kita bisa mengamati sekumpulan banteng (Bos Javanicus) di sini. Puluhan ekor banteng dari kejauhan tampak merumput di padang penggembalaan Cidaun yang terletak di Semenanjung Ujung Kulon. Kita memang hanya bisa memandang dari kejauhan, karena bila mendekat mereka akan menjauh. Deuuu ... sok jaim deh ni banteng.

Untuk melihat pemandangan banteng di Cidaun, waktu yang tepat adalah sore hari. Kadang2 kita juga bisa melihat merak hijau yang mengendap-endap di antara semak. Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) yang hampir punah itu juga bisa ditemui di Cidaun. Owww .. tunggu dulu, untuk bisa ketemu badak di cidaun adalah hal yang sangat langka, se langka populasinya. Jumlahnya sangat sedikit, hanya 60 ekor menurut sensus terakhir Januari silam. Apalagi ditambah dengan binatang ini begitu menutup diri. Butuh kesabaran extra kalau mau melihat badak, karena kita bisa menginap berhari-hari sampai berminggu-minggu di Cidaun. Itupun terkadang tidak berhasil. Tapi klo mo ketemu "muka badak" mah gampang ... ada di mana-mana, hahaahaha ....

Menurut salah satu penjaga hutan disana, pada musim kemarau ia pernah melihat satwa langka ini mengendap-endap di Cigenter, sebuah daerah yang berhadapan dengan Pulau Handeuleum. Jadi kalo kalian *cieh kalian* lihat foto2 badak Jawa di majlah2 ato di mana saja, itu adalah buah kesabaran sang fotografer.

Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

Puas ngeliat badak eh banteng, kita balik ke Peucang lagi. Abis makan malam, dilanjutkan degan nite dive di sekitar Pulau Peucang saja.

Udah dulu ah ... berikutnya gue cerita kejadian di Tanjung Layar deh. Sabar yaaa...

updated.
ada yang komen :
18/05/2005 13:23:00
Iting
tebak2an yuk...sapa yang salah kostum di foto2 yang terbaru?


Silakan tebak. *pasrah*

Friday, May 06, 2005

Penyelaman di Karang Care

22 April 2005.

Masih cerita trip ke Peucang. Hari ini rencananya kita diving di Karang Care. Perjalanan menuju Karang Care di tempuh sekitar 20 menit naik kapal dari Peucang. Kali ini semua ikutan ke Karang Care, kecuali teman2 yang lagi ambil course karna mereka akan latihan perairan terbuka (LPT) di sekitar pulau Peucang . Yang gak diving, rencananya mau snorkling aja di sana. Ternyata snorkling si Karang Care tidak memungkinkan, karna gak ada yang bisa diliat. Jadi gini, karna kapal yg kita pake lumayan gede, jadinya tu kapal kudu nyandar agak jauh dari bibir pantai. Sedangkan klo mo snorkling justru lebih bagus klo agak2 deket pantai, yang kedalamannya gak lebih dari 5 meter, baru deh keliatan tuh koral2 dan ikan2nya.

Ombak cukup lumayan gede saat itu, dan arus juga lumayan kencang. *katanya ... Ujung Kulon emang tempatnya maen arus*. Yang gue rasakan juga, kadar garam di sana lebih pekat di banding tempat kita biasa nyelem, Sangiang. Visibiliti lumayan, sekitar 5 meter *lumayan bagus ato lumayan jelek nih*.

Kali ini gue gak turun, karena sesuatu dan lain hal *ada deh* hahahahaha. Selain gue, Tintin, Yosi dan Eko juga gak ikutan turun. Jadilah kita di atas kapal nungguin yang diving naek. Karna ombak yang lumayan gede, kapal akhirnya angkat jangkar dan muter2 aja di sekitar situ, yang penting gak brenti. Lumayan juga goyangannya klo tu kapal brenti.

Sekitar 40 menitan mereka mengembara di bawah sana, akhirnya satu persatu bermunculan. Dan, seperti biasa, mulailah kicauan cerita2 di bawah sana beredar. Rupanya mereka bertemu seekor penyu yang sayangnya penyu itu SUDAH MATI. hiks .. hiks. Awalnya dikira penyu itu tidur .. tp kok dideketin gak bergerak, trus Aidil coba raba nadinya *gayanya kayak dokter aja*, ternyata gak ada denyutnya. Kondisinya punggungnya juga retak-retak. Duuhhh .. perbuatan siapakah ini?? hiks.. hiks .. teganya .. teganya ...


Colek2 penyu, gerak gak dia??OMG ... dia sudah wafat .. hiksLiat nih .. hasil perbuatanmu!!
speechlesss ...hiks ..hiks .. perbuatan siapakah ini??


HUAAAAA ... "PERBUATAN BIADAB SIAPAKAH INI???".
Oya .. buat yang sempet PROTES "Kenapa kok tu penyu dipegang-pegang, kan kalo dipegangin penyelam terus, maka penyu bisa mati", sekali lagi kami bilang bahwa penyu tersebut ditemukan dalam kondisi SUDAH MATI. Jadi ndak usah kawatir klo kami sejahil dan sejahat itu . Enggaklah yaawwwwww ...

Sedangkan kelompok yang satu lagi *wkt turun, mereka dibagi menjadi bbrp kelompok*, cerita begini "Kami sempat menemukan karang berbentuk tempurung kelapa dengan diameter sekitar 4 meter dan dibawahnya dipenuhi ikan beraneka rupa yang sayangnya saya tidak ketahui namanya. Disekitar karang tersebut saya juga menemukan satu terumbu karang berbentuk silinder terbalik menyerupai vas bunga dan diatasnya dipenuhi ikan-ikan kecil. Saya juga sempat bingung karena saya hanya menemukan satu ekor bulu babi, itupun di kedalaman, pantai di Ujung Kulon juga bersih dari bulu babi. Suatu kenyataan yang sangat berbeda dari Kepulaun Seribu dimana saya bahkan pernah tersengat bulu babi di pantai." Yeee .. Andre .. Ujung Kulon jangan dibandingin ama Pulau Seribu dong aaahh ...


Koral Karang CareMoluska Karang CareSea Fan Karang Care


Selesai diving, kami kembali ke Peucang. Rencananya sore ini kami mau ke Cidaun, ladang penggembalaan Banteng (Bos Javanicus). Ternyata hujan turun dengan derasnya jadi terpaksa acara ke Cidaun batal. Tapi setelah ujan berenti, udara yang tadi siang terasa panas dan gerah, menjadi segar. Oya si Perancis akhirnya upgrade ke kamar AC karna gak tahan panas, dan dengan rela menambah biaya untuk itu.

Acara hari ini kami tutup dengan nyelam malam (nite dive) di sekitar pulau Peucang. Kali ini gue ikutan. Gak banyak koral yg bisa diliat, cenderung berisi padang pasir malah. Tapi faunanya lumayan, walo gak banyak tp cukup beragam. Selesai evaluasi kegiatan hari ini, kami pun beristrahat karena besok akan nyelam ke Tanjung Layar.

Tunggu ceritanya Nyelam di Tanjung Layar ...

Monday, May 02, 2005

Pulau Peucang, Pulau Impian

Impian gue dan Tintin, pada 22 April 2005 tercapai sudah. Jadi ceritanya dulu gue ama Tintin suka ngomong gini "Peucang yukk .. kita ke Peucang, katanya bagus. Nyelem di sana yuk". Trus bulan Juni tahun lalu, Asep dan SEM sempet menyelam di Peucang, ikutan trip group lain. Dan akhirnya tahun ini kita bikin trip sendiri. Awalnya kita hanya akan bikin trip diving, tetapi rupanya ada beberapa teman yang berminat ikutan. Jadilah akhirnya kita bikin 2 jenis trip, diving dan trekking. Tetapi ujung2nya mereka yang tadinya berminat ikutan malah pada gak jadi semua. Mungkin paranoid? atau lebih tertarik menghabiskan uangnya untuk shopping? whateverlah ...

Rencana pun berubah, yang tadinya akan menyewa 2 buah kapal jadinya cukup satu kapal saja. Susunan acara juga berubah, diving di selingi dengan trekking. Tapi .. ternyata di hari-hari terakhir, gue terima telpon dari beberapa orang agar mereka di bolehin ikut trip kita. Weleeehh ... pikir2 dikit, akhirnya kita putusin hanya terima satu orang lagi untuk diving, dan 2 ato 3 orang lagi bila tidak diving. Akhirnya jadilah 31 orang yang berangkat ke Peucang. Peserta trip kali ini, kalo kata Andreas (salah satu peserta), bisa dibilang sedikit berbau "multinasional", karena di trip ini ikut 2 penyelam Taiwan dan 1 penyelam Perancis yang membawa serta istrinya. Si Taiwan kita panggil Leo dan Hammer, sedangkan si Perancis kita panggil JB (JeBi)dan madame JB, singkatan dari namanya Jean Baptiste. Selain itu ada Andreas, Ica - wartawati Media Indonesia -, Wandan, Teh Rina beserta suami dan anak2nya dan tentu saja Baracuda dan Molamola.

Jam 1 dini hari kami cabut dari Tanjung Duren. Perjalanan menuju Sumur yang diperkirakan memakan waktu 5 jam, eehh molor hingga 7 jam!!!. Ternyata masalahnya di bus yang kita sewa. Bus itu ternyata bus baru .. new .. fresh dan masih in reyen. Kagak bisa digeber, maximal cuma 80 km/jam doang, ealaahh. Mana tu AC dingin banget, kalah deh puncak gunung. Jam 8-an baru nyampe di Sumur, langsung sarapan dan loading barang ke kapal.

Selesai berdoa, sekitar jam 9 kami semua naik ke kapal. Karna kapal gak bisa merapat, maka kami diantar oleh kapal kecil untuk naik ke kapal yang besar. Perjalanan menuju Peucang lancar dan ditempuh sesuai dengan perkiraan kami, 3 jam.

Peserta trippeserta trippelabuhan di sumur
Image hosted by Photobucket.comon the boaton the boat

Merapat di dermaga Pulau Peucang, kami disambut oleh kawanan rusa (Cervus Timorensis), sekumpulan monyet dan seekor biawak. Aaahh ... akhirnya gue sampe juga ke Peucang. Rusa di sana sangat jinak, cenderung manja malah. Kebalikannya dengan si monyet2 berekor panjang. Hati2 dengan tu monyet, rese banget, suka nyolong makanan. Jangan coba2 deh jalan sambil bawa makanan, ato nenteng2 plastik kresek (dikira isi makanan), pasti bakalan di tomprok ama tu monyet. Sebungkus silver queen dan seplastik uli abis diembat tu monyet. Beberapa bungkus coklat cha-cha dan seplastik gula abis diacak2 mereka. Padahal waktu itu pintu udah di kunci, eehh .. rupanya grendel yg atas belom dislot, jadilah akhirnya tu monyet bisa ngebuka pintu. Asli .. persis seperti pencoleng manusia, ehh .. manusia pencoleng *lah pan satu turunan yak .. hihihihihi*. Dasar monyeeetttt! :-D. Tapi tu monyet emang cuma ngincer makanan doang kok, lainnya enggak. Jadi asal kita menyimpan makanan kita dengan rapih dan gak lupa ngunci pintu dan jendela klo mo ninggalin kamar, kita aman dari gangguan tu monyet. Sebenernya sih cuma adu gertak aja, klo dia ngegertak trus kitanya takut dia bakalan ngelunjak. Tapi klo kita balik gertak ternyata doi takut juga. Terbukti ada salah satu peserta yg balik gertak tu monyet. Asli ngibrit tu monyet, dikejar eh makin ngibrit, jadilah akhirnya uber2an ama monyet. hahahahhaha .. siapakah dia??

Gapura Pulau Peucangmonyet resebiawak

Oya di Pulau ini juga, dulu, waktu masih berjaya, RI 1 yang kedua (tau kan maxut gue), akan berleyeh-leyeh setelah selesai memancing, salah satu kegemaran doi. Dulu, kalau doi datang penjagaannya ketat, ada tentara dari AL dan AD. Kala itu juga, untuk sampai ke Pulau Peucang, kita kudu ngerogoh kocek cukup dalam, karna harga2 dipatok dengan dollar. Klo sekarang mah orang udah bebas ke Pulau Peucang. Tinggal arrange trip lalu koordinasi sama petugas TNUK. Harga kamar bervariasi mulai dari 150 ribu per malam berupa barak yang muat nampung 7 orang, hingga kamar ber AC dengan harga 580 ribu permalam. Mungkin barak2 itu dulunya buat tidur pengawal2nya si RI 1 kedua.

Rusa di pantaiEko dan RusaDi depan penginapan

Julukan Golden Beach untuk pantai Pulau Peucang ternyata tidak salah. Pasirnya yang lembut akan meninggalkan jejak yang cukup dalam bila kita menginjaknya. Lautnya yang biru tenang dan jernih bener2 mengundang. Dan makan malam ataupun hanya duduk ngobrol di teras penginapan, ditemani rusa-rusa jinak itu merupakan pengalaman yang sangat mengesankan dan tentu saja gak bakalan di temui di Jakarta.

Sun dulu dong yang...Suapin dong sayy ..Abet lagi curhat ama rusa

Setelah beres2 barang, tanpa menunggu makan siang yang sedang di masak sang juru masak, kami pun siap2 untuk diving. Alat scuba sengaja gak kami bawa ke penginapan, jadi kami tinggalkan di kapal. Oya ... di trip ini kami ngangkut 30 tanki plus 1 kompresor untuk air refill. Ditambah masing2 diver bawa satu gearbag berisi perlengkapan diving dan satu buah tas lagi berisi pakaian ganti, serta beberapa kardus softdrink dan air mineral, 5 galon aqua dan beberapa kardus makanan kecil dan buah2an, beban yang harus diangkut kapal cukup lumayan juga. Maka dari itu kapal yang seharusnya bisa diisi hingga 40-50 orang, terpaksa kami batasi. Mohon maaf buat teman2 yang terpaksa kami tolak untuk ikut trip kali ini. Lagian sih .. in the last minute baru mo ikutan. Mohon maaf ya ... mudah2an lain kali kita bisa trip bareng.

Okayyy ... gue stop dulu yak .. siap2 mo diving nih. dadaaaahhh ....

note. Klik gambar untuk liat gambar yang besar.

Wednesday, April 27, 2005

Ke Peucang Dan Ketakutan akan Gempa dan Tsunami

Alhamdulillah .... trip ke Peucang akhirnya terlaksana juga, di tengah derasnya berita2 tentang gempa dan tsunami. Perjalanan darat dan laut lancar, tidak ada hambatan berarti. Laut tenang, tidak bergelombang ... aman deh gue dari jackpot. Terima Kasih sebelumnya buat doa teman2 (arisan), makasih banget untuk perhatiannya.

Keputusan untuk tetap jalan ke Peucang ini sebenernya bukanlah nekat2an atau mau menantang alam atau apalah namanya. Jadi gini ... memang di tengah2 mempersiapkan trip ini, terjadi peningkatan aktifitas beberapa gunung api aktif di Indonesia, diantaranya gunung Anak Krakatau, gn. Tangkuban Perahu dan meletusnya gunung Talang. Di tambah lagi dengan bersliwerannya imel2 tentang gempa dan tsunami. fuuuiihhh .. tu imel. Nahh ... menghadapi hal2 yang seperti itu, kita gak mau jadi parno lantas tidak berbuat apa2 atau rencana yang sudah kita susun jadi gatot hanya karena hal2 seperti itu (imel2 tadi). Tapi kita juga gak mau sombong atau sok-sok-an atau mengabaikan atau menganggap sepele kejadian2 itu. Jadi, nara sumber yang kita gunakan untuk go or no go adalah berita dari BMG dan ditjen vulkanologi, juga dari orang2 di Pulau Peucang itu sendiri dan tentu saja gak lupa sambil berdoa. Kita terus kontak dengan mereka, baik melalui telpon maupun lewat website mereka. Dan alhamdulillah .... tgl 19 april, aktifitas gunung Anak Krakatau dinyatakan aktif normal, klik ini. Soo .. dengan berita itu kenapa juga rencana yang sudah kita susun jauh2 hari harus di batalkan??

Okehhh ... lanjut. Cerita tentang Peucang dan divingnya nya nanti aja yak. Yang mau gue ceritain sekarang yang ini dulu. Jadi ni tujuan kita ke Peucang yang pertama adalah pelantikan anggota baru (anggota muda) anaklaut, yang ditandai dengan pemberian slayer. Kedua, pelantikan anggota penuh anaklaut yang ditandai dengan pemberian nomor registrasi anaklaut (NRAL) dan pemberian name tag yg udah dari jaman dulu dipake oleh penyelam. Ketiga, Latihan Perairan Terbuka (LPT) buat diver yang mau ambil sertifikat A1. Keempat, tentu aja, diving lucu-lucu (fun diving maxutnya) dan trekking (buat temen2 yg gak ikutan diving). Kebayang kan kalo acara2 itu dibatalkan. Masalahnya cukup susah buat ngumpulin semuanya agar bisa ikutan trip ini.

Dari trip ini lahirlah anggota-anggota baru anaklaut. Kalo angkatan sebelumnya menamakan angkatannya BARACUDA, maka angkatan kali ini menamakan dirinya MOLAMOLA. Buset dah ni angkatan, nentuin nama aja lama banget, pake voting segala ... sampe keriput gue nungguin di pinggir pantai (hiperbola deng .. hehehee). Mana dingin lagi ... jam 4 pagi euy .. di pinggir pantai nungguin mereka mo snorkling sebelum dilantik.


baracuda
molamola


Jadi sekarang anaklaut udah nambah nih anggotanya. Yaaaahhh ... mudah2an angkatan MOLAMOLA bisa setangguh angkatan BARACUDA. hahahahahha .... pasti pada protes. Jangan protes dulu teman ... buktikan klo MOLAMOLA memang tangguh. Liat aja deh .. dari cara barisnya aja udah keliatan bedanya ... huahahhahahha.

but eniwei ... SELAMAT BERGABUNG MOLAMOLA TERCINTAH. Semoga dengan bergabungnya kalian anaklaut bisa makin solid.

Okehhh .. segini dulu yak ceritanya, nanti gue sambung lagi cerita tentang Peucang dan divingnya. Waahh .. pokoknya diving kali ini gak bakalan gue lupakan. Pengalaman baru yang menegangkan (buat gue). Alhamdulillah .. akhirnya gue dan temen2 bisa melewatinya tanpa kekurangan suatu apapun kecuali lecet dan sedikit luka di tangan.

Pokoknya TANJUNG LAYAR TAK KAN KULUPA.
Ujung Kulon ... arus mu itu looohhh ... menggemaskan, bikin gue pengen balik lagi.. suatu hari nanti. Suerrrr !!

Wednesday, April 13, 2005

Rencana Trip Ke Peucang, Ujung Kulon.

Yaayyyyy ..... baik... baik ... daku apdet teman-teman. Sekarang-sekarang ini pikiran gue udah ke Peucaaanngg aja. Kerja dah gak konsen, mo ngapdet blog juga niat-niat enggak *alesaaaan*.

Jadi gini teman-teman, rencananya tuh long wiken nanti (tgl 22 - 24 April) anaklaut mo ngadain trip ke P.Peucang, Ujung Kulon. Buset dah 4 bulan gak nyelem garing juga. Terakhir nyelem tuh pas Underwater Weddingnya Lyly - Leon bulan November taun lalu. Udah lama banget kan?? Makanya ni kulit udah mulai memutih. cieeehhhh .... cuih.. pret.

Naahhh .. tadinya tuh rencana kita ke Peucang emang buat diving, tapi ternyata ada beberapa temen yang mau ikutan tapi gak diving. Nahhh .. kesian kan kalo pas kita diving, mereka gak ngapa2in. Jadilah akhirnya kita bikin 2 trip, diving dan jungle trekking.

Ada yang mau join Pulau Peucang Jungle Trekking Trip? Trekking ke mana aja sih nanti di Pulau Peucang? Baca aja di bawah ini yakkk ...





OBYEK WISATA .

Taman nasional ujung kulon merupakan taman nasional pertama di Indonesia dan merupakan asset nasional, serta telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. Letaknya disebuah semenanjung di ujung Barat Pulau Jawa, Di sebelah utara, selatan dan baratnya, dibatasi oleh Samudera Hindia dan di sebelah timurnya berbatasan dengan Gunung Honje.

Pulau Peucang merupakan salah satu dari gugusan pulau yang termasuk di dalam Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), selain Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum.

Pulau Peucang.
Di Pulau Peucang terdapat pantai sepanjang 600 m yang disebut dengan golden beach, dengan pasir putih halus dan air laut biru yang tenang dan jernih. Taman laut yang penuh ikan-ikan kecil beraneka warna dengan karangnya yang indah terdapat di jarak 1 km ke arah selatan Pulau Peucang. Pulau berpasir putih, dimana terdapat kijang yang berkeliaran bebas, biawak, hingga monyet-monyet yang senantiasa menemani kita dari kedatangan di dermaga hingga ke penginapan. Kijang-kijang jinak inipun akan senantiasa menemani kita makan malam, di pinggir pantai. Selain itu kita juga dapat menikmati lautnya dengan berenang, snorkling atau diving.

CIDAUN.
Perjalanan menuju Cidaun menggunakan kapal dari P.Peucang dan disambung dengan boat kecil untuk merapat ke Cidaun. Di Cidaun ada padang pengembalaan dimana kita bisa melihat sekawanan banteng liar ataupun hewan lainnya dan menara pengintainya namun menara pengintai ini sudah lama rusak. Di Cidaun pengunjung tidak boleh bermalam atau menyalakan api, bahkan jika ketahuan mengambil buah kelapa maka akan dikenakan denda.

TANJUNG LAYAR.
Kita sampai di daratan paling barat pulau Jawa dengan menempuh perjalanan menggunakan kapal disambung dengan sampan/ boat kecil. Di Tanjung Layar, kita bisa membuat foto kehidupan penjaga mercusuar dan keindahan teluk di ujung barat pulau Jawa. Paling asyik, memotret keindahan hutan, pantai dan laut lepas dari atas mercusuar. Setibanya di tempat bekas mercusuar, setelah naik undakan tangga yang bukan main banyaknya, tampak ombak mengempas ujung Pulau Jawa! Dari bekas bangunan penjara Belanda dekat mercusuar lama, tampak pemandangan cantik seperti dalam film.

KARANG COPONG.
Dapat dicapai dari Pulau Peucang dengan berjalan menyusuri pantai dan hutan menuju pantai karang yang berbentuk seperti cincin. Disana kita bisa melihat gua Kelelawar dan menikmati matahari tenggelam. Aaahh ..

PERJALANAN.

Untuk mencapai Pulau Peucang, kita akan melalui jalan darat dan laut.
Salah satunya melalui Kecamatan Sumur, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, JABAR.

Perjalanan darat.
Jakarta - Serang : sekitar 1,5 jam (via jalan Tol),
Serang - Pandeglang - Labuan : sekitar 1 ,5 jam,
Labuan - Sumur : sekitar 2 jam.

Perjalanan laut.
Sumur - Pulau Peucang di capai dengan menggunakan kapal (normal, bukan speed boat) selama kurang lebih 3 jam.

Berminat ikutan?? Hayuukkk .... tinggalin aja pesen di komen ini ato di shoutbox. Okeh?